#rocking-rolling { width:auto; height:52px; text-align:left; font-family:"Trebuchet MS",sans-serif; font-size:16px; font-style:normal; font-weight:bold; text-transform:uppercase; } #rocking-rolling h2, #rocking-rolling p, #rocking-rolling form { /* netralisasi tampilan elemen heading, paragraf dan formulir */ margin:0 0 0 0; pading:0 0 0 0; border:none; background:transparent; } #rocking-rolling .item { position:relative; background-color:#f0f0f0; float:right; width:52px; margin:0px 5px; height:52px; border:2px solid #ddd; -webkit-border-radius:30px; -moz-border-radius:30px; -webkit-border-radius:30px; -webkit-box-shadow:1px 1px 3px #555; -moz-box-shadow:1px 1px 3px #555; box-shadow:1px 1px 3px #555; cursor:pointer; overflow:hidden; } #rocking-rolling .link { left:2px; top:2px; position:absolute; width:48px; height:48px; } #rocking-rolling .icon_home {background:transparent url(http://3.bp.blogspot.com/-fuX8vT6cIzs/TlXFJXROx2I/AAAAAAAAAxE/D1kiRmSFBy4/s1600/home.png) no-repeat top left;} #rocking-rolling .icon_mail {background:transparent url(http://2.bp.blogspot.com/-FaTjV0LsMXQ/TlXFJ_5vpxI/AAAAAAAAAxc/JRPFgDCZ6lg/s1600/mail.png) no-repeat top left;} #rocking-rolling .icon_help {background:transparent url(http://4.bp.blogspot.com/-l7M2zGOJAQo/TlXFJ0YZR6I/AAAAAAAAAxM/32acLuLn_r8/s320/help.png) no-repeat top left;} #rocking-rolling .icon_find {background:transparent url(http://4.bp.blogspot.com/-ZIEGzN0LZCg/TlXFJ8WVzEI/AAAAAAAAAxU/2-oDKLYjsKw/s1600/find.png) no-repeat top left;} #rocking-rolling .icon_photos {background:transparent url(http://4.bp.blogspot.com/-IwFEevO-np8/TlXFKFu47FI/AAAAAAAAAxk/aejG1YmQumc/s1600/photos.png) no-repeat top left;} #rocking-rolling .item_content { position:absolute; height:52px; width:220px; overflow:hidden; left:56px; top:7px; background:transparent; display:none; } #rocking-rolling .item_content h2 { color:#aaa; text-shadow:1px 1px 1px #fff; background-color:transparent; font-size:14px; } #rocking-rolling .item_content a { background-color:transparent; float:left; margin-right:7px; margin-top:3px; color:#bbb; text-shadow:1px 1px 1px #fff; text-decoration:none; font-size:12px; } #rocking-rolling .item_content a:hover {color:#0b965b;} #rocking-rolling .item_content p { background-color:transparent; text-transform:none; font-weight:normal !important; display:none; } #rocking-rolling .item_content p input { border:1px solid #ccc; padding:1px; width:155px; float:left; margin-right:5px; -webkit-box-shadow:none; -moz-box-shadow:none; box-shadow:none; }
Loading...

Kamis, 30 Juni 2016

Video: Ledakan di Bandara Istanbul Ataturk


Serangan senjata api dan bom bunuh diri yang terjadi di bandara internasional Istanbul Ataturk, Turki, Selasa malam (28/6/2016) menewaskan setidaknya 10 orang dan menyebabkan puluhan orang lainnya luka-luka. Pelaku penyerangan masuk ke terminal internasional dan melepaskan tembakan dari senapan AK-47. Polisi sempat memberikan tembakan untuk melumpuhkan pelaku, namun pelaku penyerangan tersebut meledakkan diri.

Rekaman CCTV polisi beri tembakan ke salah seorang pelaku penyerangan sebelum pelaku meledakkan diri di Bandara Istanbul Ataturk, Turki. 

https://twitter.com/agirecudi/status/747921389773012992

Suasana Bandara Ataturk, Turki pukul 23:50 waktu setempat 

Media di Turki menyebut bahwa pelaku bom bunuh diri terdiri dari dua orang.

https://twitter.com/mutludc/status/748178114354634752

Rabu, 29 Juni 2016

Quote:
Jakarta - Mahkamah Agung (MA) langsung mencopot Ketua Pengadilan Negeri di Riau yang meminta THR ke pengusaha setempat. Tindakan itu dinilai sebagai tindakan pelanggaran berat dan melanggar kode etik hakim yang cukup serius.

"Ketua PN Tembilahan, Erstanto Windiolelono dijatuhi hukuman disiplin berat sebagai hakim non palu di Pengadilan Tinggi (PT) Ambon," kata Kepala Biro Hukum dan Humas Ridwan Mansyur kepada detikcom, Selasa (28/6/2016).

Jangan cuma dipecat pak, diselidiki juga kan ini sudah bentuk gratfikasi.

Niatnya baik buat ngasih bingkisan ke anak buah, santun lagi ...

MA kok Tumben tegas....
Manteb nih...

btw
Kasus pak fadli zon sayangnya cuma berakhit minta maaf dan GAnti biaya transpor...

👇

MA Copot Ketua Pengadilan yang Minta THR ke Pengusaha

Jakarta - Mahkamah Agung (MA) langsung mencopot Ketua Pengadilan Negeri di Riau yang meminta THR ke pengusaha setempat. Tindakan itu dinilai sebagai tindakan pelanggaran berat dan melanggar kode etik hakim yang cukup serius.

"Ketua PN Tembilahan, Erstanto Windiolelono dijatuhi hukuman disiplin berat sebagai hakim non palu di Pengadilan Tinggi (PT) Ambon," kata Kepala Biro Hukum dan Humas Ridwan Mansyur kepada detikcom, Selasa (28/6/2016).

Pencopotan dan skorsing itu baru saja diputuskan dalam Rapat Pimpian MA yang baru selesai digelar beberapa menit lalu. Selain dicopot dari jabatannya, Erstanto juga mendapat sanksi lain yaitu tidak menjapat tunjangan.

"Tidak dibayarkan tunjangan sebagai hakim selama menjalani hukuman disiplin tersebut," cetus Ridwan.

Dengan keputusan itu, maka Erstanto hanya mendapatkan gaji sebagai PNS sekitar Rp 4 jutaan. Adapun tunjangan sebesar Rp 17 jutaan disetop hingga waktu hukuman habis dilalui.


Sebagaimana diketahui, Estanto mengedarkan surat permohonan THR ke pengusaha di Indragiri Hilir, Riau. Berikut isi suratnya:

Bahwa sehubungan dengan dekatnya hari raya Idul Fitri 1437 H tahun 2016, kami selaku pimpinan akan mengadakan pemberian bingkisan dan Tunjangan Hari Raya (THR) kepada Karyawan/Karyawati Pengadilan Negeri Tembilahan.

Sehubungan dengan hal tersebut di atas, kami mengharapkan bantuan dan partisipasi dari Bapak/Ibu/Saudara Pimpinan Perusahaan demi terlaksananya kegiatan dimaksud, mengingat kegiatan tersebut akan terlaksana dengan baik serta sukses apabila adanya bantuan dan partisipasi dari Bapak/Ibu/Saudara.

Demikian untuk dapat dipertimbangkan atas perhatiannya kami ucapkan terima kasih.

Surat ini diteken dan distempel basah oleh Ketua PN Tembilahan Y Erstanto Windioleleno, SH, MH. Di bawah tanda tangan lengkap dengan nomor induk pegawai (NIP) 19731022 199903 1004.
http://news.detik.com/berita/3243673/ma-copot-ketua-pengadilan-yang-minta-thr-ke-pengusaha
●▬▬▬▬ஜ۩۞۩ஜ▬▬▬▬●

Cegah Kasus Hakim Minta THR Terulang, MA Sebar Larangan Terima Parsel

Jakarta - Mahkamah Agung (MA) memecat Ketua Pengadilan Negeri dan Wakilnya di Riau yang meminta THR kepada pengusaha setempat. Untuk mencegah hal itu terulang, MA menyebar ulang surat larangan menerima parsel bagi aparat pengadilan.

"Menindaklanjuti hasil Rapat Pimpinan MA dengan Ketua Pengadilan, maka kembali dikirimkan Surat Edaran MA tentang Larangan Memberi parsel kepada Pejabat MA dan pimpinan pengadilan," ujar Kepala Badan Pengawas MA hakim agung Sunarto sebagaimana dilansir website MA, Selasa (28/6/2016).

Surat Edaran MA (SEMA) yang dimaksud adalah SEMA No 2 Tahun 2013 tentang Larangan Memberikan Parsel kepada Pejabat Mahkamah Agung dan Pimpinan Pengadilan yang ditandatangan Ketua MA Hatta Ali. Surat edaran yang diterbitkan pada 10 Juli 2013 ditujukan kepada pejabat eselon I dan II MA, Ketua Pengadilan tingkat banding dan Ketua Pengadilan tingkat pertama di seluruh Indonesia.

Dalam surat itu, disebutkan setiap warga dalam lingkungan MA dan pengadilan di bawahnya, dilarang memberi parsel kepada pejabat MA dan pimpinan pengadilan serta pimpinan unit kerja lainnya. Baik berupa karangan bunga, bingkisan makanan atau barang berharga lainnya.

MA akan mengenakan sanksi disiplin bagi pelanggar surat edaran ini, baik pemberi maupun penerima. SEMA Ini bukan surat edaran yang pertama kali melarang pemberian dan penerimaan parsel di lingkungan pengadilan. Sebelumnya, MA mengeluarkan SEMA No 9 Tahun 2010 yang berisi hal yang sama.

Sebagaimana diketahui, Ketua Pengadilan Negeri (PN) Tembilahan, Erstanto Windioleleno dan wakilnya, M Indarto telah dicopot dari jabatannya hari ini. Ia dimutasi ke Ambon dan ke Kendari serta tunjangan hakim tidak diberikan.

Erstanto mengedarkan surat permohonan THR ke pengusaha di Indragiri Hilir, Riau. Berikut isi suratnya:

Bahwa sehubungan dengan dekatnya hari raya Idul Fitri 1437 H tahun 2016, kami selaku pimpinan akan mengadakan pemberian bingkisan dan Tunjangan Hari Raya (THR) kepada Karyawan/Karyawati Pengadilan Negeri Tembilahan.

Sehubungan dengan hal tersebut di atas, kami mengharapkan bantuan dan partisipasi dari Bapak/Ibu/Saudara Pimpinan Perusahaan demi terlaksananya kegiatan dimaksud, mengingat kegiatan tersebut akan terlaksana dengan baik serta sukses apabila adanya bantuan dan partisipasi dari Bapak/Ibu/Saudara.

Demikian untuk dapat dipertimbangkan atas perhatiannya kami ucapkan terima kasih.

Surat ini diteken dan distempel basah oleh Ketua PN Tembilahan Y Erstanto Windioleleno, SH, MH. Di bawah tanda tangan lengkap dengan nomor induk pegawai (NIP) 19731022 199903 1004.
http://news.detik.com/berita/3244137/cegah-kasus-hakim-minta-thr-terulang-ma-sebar-larangan-terima-parsel

●▬▬▬▬ஜ۩۞۩ஜ▬▬▬▬●

Hakim Minta THR ke Pengusaha Bukti Reformasi MA Gagal

33026Jakarta - Permintaan THR Ketua Pengadilan Negeri (PN) Tembilahan, Riau ke pengusaha mencoreng dunia peradilan. Hal itu menunjukkan reformasi MA gagal karena tidak menyentuh sampai level pimpinan di tingkat bawah.

"Pertanyaannya apa yang direformasi di MA? Semua level dari kelas receh kayak panitera pengganti saja sampe level paling atas semua sudah terbiasa sama praktik-praktik jahat ini, ya jelaslah ini menunjukkan reformasinya gagal," kata Direktur Eksekutif Institute for Criminal Justice Reform (ICJR) Supriyadi Widodo Eddyono kepada wartawan di kantor ICW, Jalan Kalibata Timur, Jakarta Selatan, Selasa (28/6/2016).

"Kita mau mendorong untuk perbaikan pun, ngeri ngeri sedap kalau sistem pengadilannya seperti ini," tandas Supriyadi.

Permintaan THR itu tertuang dalam surat yang diteken dan distempel basah oleh Ketua PN Tembilahan Y Erstanto Windioleleno, SH, MH. Di bawah tanda tangan lengkap dengan nomor induk pegawai (NIP) 19731022 199903 1004.

"Orang-orag yang seharusnya mendeliver keadilan malah jadi yang melanggar. Kan jadi nggak mungkin orang yang melanggar hukum mengadili orang yang melanggar hukum," ujar pegiat ICW, Laola Easter di tempat yang sama.

MA sendiri telah mencopot Erstanto dan wakilnya, M Indarto. Erstanto dipindah ke Ambon sedangkan Indarto ke Kendari.

"Kalau ada perilaku-perilaku begini ya kita jadi bertanya-tanya apakah masih bisa dipercaya atau tidak. Ada kredibilitas lembaga yang dipertaruhkan di situ. Sangat tidak patutlah penegak hukum minta gratifikasi ke siapa pun atau ke yang berperkara," ujar Laola.

Sementara itu, guru besar Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto, Prof Dr Hibnu Nugroho juga menyesalkan adanya permintaan THR oleh seorang hakim. Hal itu membuktikan reformasi hanya ada di luarnya saja tetapi tidak sampai ke lavel bawah.

"Semangat integritas dari MA tidak menyentuh lavel bawah, harusnya satu kesatuan. Ini sungguh keterlaluan," ujar Hibnu.

Sebagaimana diketahui, Erstanto mengedarkan surat permohonan THR ke pengusaha di Indragiri Hilir, Riau. Berikut isi suratnya:

Bahwa sehubungan dengan dekatnya hari raya Idul Fitri 1437 H tahun 2016, kami selaku pimpinan akan mengadakan pemberian bingkisan dan Tunjangan Hari Raya (THR) kepada Karyawan/Karyawati Pengadilan Negeri Tembilahan.

Sehubungan dengan hal tersebut di atas, kami mengharapkan bantuan dan partisipasi dari Bapak/Ibu/Saudara Pimpinan Perusahaan demi terlaksananya kegiatan dimaksud, mengingat kegiatan tersebut akan terlaksana dengan baik serta sukses apabila adanya bantuan dan partisipasi dari Bapak/Ibu/Saudara.

Demikian untuk dapat dipertimbangkan atas perhatiannya kami ucapkan terima kasih.

Surat ini diteken dan distempel basah oleh Ketua PN Tembilahan Y Erstanto Windioleleno, SH, MH. Di bawah tanda tangan lengkap dengan nomor induk pegawai (NIP) 19731022 199903 1004.
http://news.detik.com/berita/3244007/hakim-minta-thr-ke-pengusaha-bukti-reformasi-ma-gagal
Quote:
Ia mengatakan hasil pertemuannya dengan Kapolres Jakarta Utara tadi, bahwa polisi masih tetap belum bersedia membebaskan kedua tersangka kerena polisi mengklaim sudah cukup bukti untuk menjerat keduanya.

"Kapolres keukeuh ada cukup bukti kuat ada tindakan kekerasan," sambungnya.

Dah Kebal rayuan kayanya
derita loe rat

kasih efek jera lah sesuai usia biar KAPOK jadi pendemo bayaran

BTW
aktris conjuring koq keluar siang siang 😞

👇

Ratna Sarumpaet: Ahok Harusnya Tahu Diri

JAKARTA - Aktivis sosial, Ratna Sarumpaet bersama warga lainnya menyambangi Polres Metro Jakarta Utara untuk meminta pembebasan dua tersangka kericuhan saat demo menolak kedatangan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) ke Penjaringan.

Ratna menilai, kericuhan yang terjadi saat demo pada Kamis 23 Juni 2016 itu akibat arogannya kepemimpinannya Ahok, sehingga warga bentrok dengan aparat negara. "Ahok harus tahu diri, karena jadi benturan dengan polisi seperti ini kan," katanya, Senin (27/6/2016).

Ia mengatakan hasil pertemuannya dengan Kapolres Jakarta Utara tadi, bahwa polisi masih tetap belum bersedia membebaskan kedua tersangka kerena polisi mengklaim sudah cukup bukti untuk menjerat keduanya.

"Kapolres keukeuh ada cukup bukti kuat ada tindakan kekerasan," sambungnya.

Polisi sendiri enggan merincikan soal alat bukti itu karena pertemuan itu bukan gelar perkara.

(Baca juga: Massa Geruduk Mapolres Jakut, Minta Dua Pendemo Ahok Dibebaskan)

"Katanya sampai naik meloncati barikade. Bukan bedah perkara jadi tak bisa ditunjukkin. Aku juga tak sembarangan kasih keputusan, untuk saat ini tidak bisa kata Kapolres," terangnya.

"Tapi kita terus berusaha untuk bebaskan kawan kita itu. Ya minimal ditangguhkanlah, "pungkasnya.

http://news.okezone.com/read/2016/06/27/338/1426480/ratna-sarumpaet-ahok-harusnya-tahu-diri

Selasa, 28 Juni 2016

Wkwkkwk . 󾌴󾌴󾌴 Apabila kau ketahuan melakukan kesalahan... Jurus pertama... PLAY VICTIM Jurus kedua....... lemparkan kesalahan, cuci tangan dagelan politik 👇 Fadli Zon: Saya Sedang Dikerjai "Mungkin dianggap saya ini kritis, saya di luar pemerintahan." VIVA.co.id – Surat faksimili permintaan fasilitas dan pendampingan bagi putri Wakil Ketua DPR RI, Fadli Zon, Shafa Sabila, kepada Konsulat Jenderal RI (KJRI) New York, di Amerika Serikat, dibocorkan ke publik. Fadli merasa ada pihak ingin menjatuhkannya dengan cara sengaja menyebarluaskan surat tersebut. "Ya iyalah, pasti dibocorkan. Saya juga tidak tahu surat itu, sama sekali tidak tahu," ujar Fadli di DPR, Jakarta, Selasa, 28 Juni 2016. Menurut politikus Partai Gerindra itu, surat tersebut baru diketahuinya tadi malam. Itu pun dalam bentuk potongan gambar melalui pesan instan Whatsapp. Karena itu, tak aneh jika Fadli menganggap surat tersebut telah didesain untuk menjatuhkannya. "Mungkin saja by design. Mungkin dianggap saya ini kritis, saya di luar pemerintahan, ya mungkin saya mau dikerjai kayak begini. Mungkin saja. Saya tidak ada masalah, ya risiko," kata Fadli. Fadli juga menduga surat tersebut sengaja dibocorkan oleh pihak Kedutaan Besar RI dan Konsul Jenderal RI di negeri Paman Sam tersebut. "Kalau dilihat dari bentuknya itu berita faksimili, berarti pihak penerima. Pihak penerima itu kan KJRI atau KBRI Washington," ujar Fadli. Dia mengaku sudah mencoba menghubungi Menteri Luar Negeri, Retno LP Marsudi, guna meminta penjelasan terkait beredarnya surat tersebut. "Saya coba telepon Menlu (Retno LP Marsudi) belum terangkat," kata dia. Diketahui, beredar salinan faksimili untuk penjemputan dan pendampingan Shafa Sabila, putri dari Wakil Ketua DPR Fadli Zon, selama mengikuti Stagedoor Manor 2016 di Amerika Serikat pada tanggal 12 Juni 2016 sampai 12 Juli 2016 mendatang. Surat tertanggal 10 Juni 2016 tersebut ditujukan kepada Duta Besar RI untuk Amerika Serikat di Washington DC, Konsul Jenderal RI di New York. Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) New York, Amerika Serikat, membenarkan menerima surat faksimili terkait permintaan fasilitas terhadap putri dari Wakil Ketua DPR, Fadli Zon. Namun KJRI hanya menyanggupi untuk menjemput karena keterbatasan anggaran. Permintaan pendampingan tidak bisa dipenuhi lantaran jarak lokasi tujuan yang bersangkutan hingga 200 kilometer dari Kota New York. http://politik.news.viva.co.id/news/read/791246-fadli-zon-saya-sedang-dikerjai ●▬▬▬▬ஜ۩۞۩ஜ▬▬▬▬● Masalah Katebelece, Fadli Zon Kirim 'Surat Cinta' ke Menlu Surat tersebut menyatakan soal penggantian uang KJRI New York. VIVA.co.id – Surat faksimili permintaan fasilitas atau katebelece pendampingan bagi putri dari Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Fadli Zon, Shafa Sabila kepada Konsulat Jenderal RI (KJRI) di New York di Amerika Serikat bocor ke publik. Buntutnya, Fadli merespons gencarnya pemberitaan soal itu dengan mengirim surat kepada Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi pada Selasa 28 Juni 2016 ini. Dalam surat tersebut, Fadli mengatakan akan mengembalikan uang transportasi oleh Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di New York yang telah terpakai untuk menjemput anaknya dari bandara John F. Kennedy ke rumah teman Fadli Zon yang berjarak 13 Kilometer. Fadli memperkirakan uang bensin yang telah terpakai sekitar $US100 atau Rp1.330.000. Dia juga memberikan tip kepada sang supir. Surat Fadli kepada Menlu Retno tersebut yaitu, Jakarta, 28 Juni 2016 Kepada Yth. Ibu Retno Marsudi Menteri Luar Negeri Republik Indonesia Cq. Direktorat Jenderal Protokol dan Konsuler Dengan hormat, Sesuai pembicaraan via telepon dengan Dirjen Protokol dan Konsuler, bersama ini saya kembalikan uang transportasi (bensin+tip) Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di New York yang telah terpakai menjemput anak saya Shafa Sabila dari bandara John F. Kennedy, New York City ke rumah kawan saya orang Indonesia di Queens, New York City (jarak : 13 KM), Amerika Serikat pada tanggal 12 Juni 2016. Saya perkirakan bensin yang terpakai sekitar kurang dari US$100 (Rp1.330.000,-). Rp2.000.000; sekaligus untuk tip supir. Mohon disampaikan pada KJRI Terima kasih atas bantuan yang diberikan. Hormat saya, Dr. Fadli Zon, SS, MSc. http://politik.news.viva.co.id/news/read/791433-masalah-katebelece-fadli-zon-kirim-surat-cinta-ke-menlu


Dikeroyok ratusan jakmania gitu :O
Biadab memang

Anjir... Udah sekarat masih ditimpa besi pager😡😡😡




https://www.youtube.com/watch?v=njpOmU4xvxs

Minggu, 01 November 2015

Awas, Penebar Kebencian di Media Sosial Bisa Diancam Pidana

Peraturan Anti Hujat (Hate Speech) Sudah Keluar, Para Netizen Harap Hati-hati ya.

👇

Bermacam Hal yang Perlu Diketahui soal Edaran Kapolri tentang "Hate Speech"...

JAKARTA, KOMPAS.com – Setelah dikaji cukup lama, Surat Edaran (SE) Kapolri soal penanganan ujaran kebencian atau hate speech akhirnya dikeluarkan.

SE dengan Nomor SE/06/X/2015 tersebut diteken Jenderal Badrodin Haiti pada 8 Oktober 2015 lalu dan telah dikirim ke Kepala Satuan Wilayah (Kasatwil) seluruh Indonesia.

Dalam salinan SE yang diterima Kompas.com dari Divisi Pembinaan dan Hukum (Divbinkum) Polri, Kamis (29/10/2015), disebutkan bahwa persoalan ujaran kebencian semakin mendapatkan perhatian masyarakat baik nasional atau internasional seiring meningkatnya kepedulian terhadap perlindungan hak asasi manusia (HAM).

Bentuk, Aspek dan Media

Pada Nomor 2 huruf (f) SE itu, disebutkan bahwa “ujaran kebencian dapat berupa tindak pidana yang diatur dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) dan ketentuan pidana lainnya di luar KUHP, yang berbentuk antara lain:

1. Penghinaan,
2. Pencemaran nama baik,
3. Penistaan,
4. Perbuatan tidak menyenangkan,
5. Memprovokasi,
6. Menghasut,
7. Menyebarkan berita bohong dan semua tindakan di atas memiliki tujuan atau bisa berdampak pada tindak diskriminasi, kekerasan, penghilangan nyawa, dan atau konflik sosial”.

Pada huruf (g) selanjutnya disebutkan bahwa ujaran kebencian sebagaimana dimaksud di atas bertujuan untuk menghasut dan menyulut kebencian terhadap individu dan atau kelompok masyarakat dalam berbagai komunitas yang dibedakan dari aspek:

1. Suku,
2. Agama,
3. Aliran keagamaan,
4. Keyakinan atau kepercayaan,
5. Ras,
6. Antargolongan,
7. Warna kulit,
8. Etnis,
9. Gender,
10. Kaum difabel,
11. Orientasi seksual.

Pada huruf (h) selanjutnya disebutkan bahwa “ujaran kebencian sebagaimana dimaksud di atas dapat dilakukan melalui berbagai media, antara lain:

1. Dalam orasi kegiatan kampanye,
2. Spanduk atau banner,
3. Jejaring media sosial,
4. Penyampaian pendapat di muka umum (demonstrasi),
5. Ceramah keagamaan,
6. Media massa cetak atau elektronik,
7. Pamflet.

Pada huruf (i), disebutkan bahwa “dengan memperhatikan pengertian ujaran kebencian di atas, perbuatan ujaran kebencian apabila tidak ditangani dengan efektif, efisien, dan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan, akan berpotensi memunculkan konflik sosial yang meluas, dan berpotensi menimbulkan tindak diskriminasi, kekerasan, dan atau penghilangan nyawa”.

Prosedur penanganan

Adapun, pada nomor 3 SE itu, diatur pula prosedur polisi dalam menangani perkara yang didasari pada hate speech agar tidak menimbulkan diskriminasi, kekerasan, penghilangan nyawa dan atau konflik sosial yang meluas.

Pertama, setiap personel Polri diharapkan mempunyai pemahaman dan pengetahuan mengenai bentuk-bentuk kebencian.

Kedua, personel Polri diharapkan lebih responsif atau peka terhadap gejala-gejala di masyarakat yang berpotensi menimbulkan tindak pidana.

Ketiga, setiap personel Polri melakukan kegiatan analisis atau kajian terhadap situasi dan kondisi di lingkungannya. Terutama yang berkaitan dengan perbuatan ujaran kebencian.

Keempat, setiap personel Polri melaporkan ke pimpinan masing-masing terhadap situasi dan kondisi di lingkungannya, terutama yang berkaitan dengan perbuatan ujaran kebencian.

Apabila ditemukan perbuatan yang berpotensi mengarah ke tindak pidana ujaran kebencian, maka setiap anggota Polri wajib melakukan tindakan, antara lain:

- Memonitor dan mendeteksi sedini mungkin timbulnya benih pertikaian di masyarakat,
- Melakukan pendekatan pada pihak yang diduga melakukan ujaran kebencian,
- Mempertemukan pihak yang diduga melakukan ujaran kebencian dengan korban ujaran kebencian,
- Mencari solusi perdamaian antara pihak-pihak yang bertikai dan memberikan pemahaman mengenai dampak yang akan timbul dari ujaran kebencian di masyarakat;

Jika tindakan preventif sudah dilakukan namun tidak menyelesaikan masalah, maka penyelesaiannya dapat dilakukan melalui upaya penegakan hukum sesuai dengan:
- KUHP,
- UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik,
- UU Nomor 40 Tahun 2008 tentang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis,
- UU Nomor 7 Tahun 2012 tentang Penanganan Konflik Sosial, dan
- Peraturan Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia Nomor 8 Tahun 2013 tentang Teknis Penanganan Konflik Sosial.

Sumber : [kompas]
.


Antisipasi Banjir Segera Tiba, Teknik Ini Mampu Menyerap 20 Juta Kubik Air Hujan Hanya dalam Waktu 1 Jam


Dengan bambu yang harganya murah, tehnik ini mampu menyerap 20 juta kubik air hujan hanya dalam waktu 1 jam 
Dari beberapa informasi prakiraan cuaca diprediksi akhir oktober 2015 ini, kawasan Indonesia kembali memasuki musim hujan. Tidak perlu dibayangkan lagi setiap hari akan penuh dengan berita banjir, terutama wilayah DKI dan pulau Jawa.
Permasalahan banjir bukan semata-mata tinggi - rendah nya permukaan air laut dari daratan. Bukan pula seberapa cepat selokan drainase mengalirkan air. Namun yang vital adalah daya serap tanah dan tanam-tumbuh di sekitar area publik itu sendiri. Termasuk juga jalan raya, halaman rumah, pekarangan, dan lain sebagainya.
Logika dasar dalam pengelolaan banjir seharusnya dapat menghitung seberapa besar volume air hujan per detik :
  1. Teralirkan kembali kelaut (drainase).
  2. Seberapa besar air dapat ditampung sementara dalam bendungan.
  3. Seberapa besar air dapat terserap kembali ke dalam tanah (pori bumi/ sumur serapan air).
Pada prinsipnya butiran air hujan itu jatuh lurus ke setiap pori bumi. Karena tidak adanya lubang untuk masuk ke dalam tanah maka butiran air hujan berkumpul menjadi genangan dan berubah menjadi bencana banjir.
Dari tiga logis ilmiah di atas, point ke-3 tampaknya belum mendapat perhatian yang serius. Padahal pada dasarnya struktur tanah di bumi ini dapat terjaga dengan baik apabila terdapat kandungan air dibawah tanah yang cukup dan akan kembali menguap menghasilkan udara yang segar di pagi hari, serta menjaga tanah agar tidak rapuh.
Analisa simple tindakan manakah yang lebih baik, apakah memindahkan air hujan ke laut dengan cepat, atau memindahkan air hujan ke dalam bumi dengan sebanyak-banyaknya. Tentu dua tindakan ini sama-sama baik. Namun secara alami aliran air ke laut mengikuti hukum air, tergantung tinggi rendah permukaan air dan faktor penghambatnya adalah drainase. Relatifitas kebaikan tindakan ini lebih kecil karena sudah terhitung jelas dataran Jakarta lebih rendah dari permukaan air laut.
Sedangkan mem-fokuskan tindakan memindahkan air hujan ke dalam perut bumi dengan sebanyak-banyaknya jauh lebih baik dan relatif manfaat yang lebih tinggi. Selain mempertahankan struktur tanah, penguapan air tanah pada cuaca panas dapat menyejukkan udara Kota Jakarta. Apabila fokus tindakan telah dipilih dengan tepat, maka seluruh kemampuan sumber datya perlu digerakkan dengan cara setinggi-tingginya. Melalui sosialisasi, himbauan, percontohan, penggalangan relawan dan upaya lainnya.
Jakarta sebagai pusat perhatian yang setiap tahunnya mengalami kebanjiran dikatakan suatu saat nanti akan tenggelam karena sudah berada di bawah permukaan laut. Menurut pandangan penulis, permukaan tanah menyusut (memadat) dan rapuh akibat semakin berkurangnya sungai bawah tanah. Sungai dan resapan air ini berkurang bukan karena debit hujan yang kurang, malahan sebaliknya, debit hujan sangat besar tetapi tidak bisa terserap ke dalam tanah karena tidak adanya celah pori yang bisa dilalui air. Pengelolaan banjir akibat hujan hanya terfokus pada drainase dan bendungan. Maka semakin rendah kesempatan tanah untuk menyerap air hujan.
Seharusnya diadakan studi di Jakarta, seberapa luas jalan raya, jalan lingkungan, halaman beton, dan luas perumahan yang seharusnya dapat berfungsi sebagai jalur/celah air hujan untuk terserap kembali oleh tanah.
Menyikapi permasalahan banjir di Jakarta ini, penulis mencoba mengemukakan solusi dengan cara membuat Lubang pori bumi di Jakarta. Untuk fasilitas umum seperti jalan raya, halaman perkantoran, dan sejenisnya menjadi tanggung jawab pemerintah untuk membuat pori bumi. Sedangkan untuk kawasan perumahan sepenuhnya harus dilaksanakan oleh masyarakat secara swadaya, digerakkan oleh tokoh-tokoh masyarakat, Ketua RT, RW dan ormas-ormas yang ada.
Lubang pori bumi yang murah dan efesien dapat dibuat dari bahan bambu, ditanamkan dengan jarak titik per- 3 meter dan ke dalam tanah sekitar 1,5 s/d 2 meter atau sampai menyentuh dasar tanah yang keras. Sedangkan untuk fasilitas umum seperti jalan raya dapat digunakan bahan baja stainless yang dapat bertahan lebih lama. Ilustrasi ditampilkan dalam gambar berikut.

Selain pori-pori bumi, Rumput menjalar dengan daunnya yg lebar, efektif mempunyai daya serap (hisap) yang kuat penahan air.
  1. Pipa Baja atau bambu kuning yang telah dibuat berbentuk splasher (spray) ditanam sampai menyentuh tanah dasar di bawah aspal sebanyak mungkin dengan jarak tertentu diletakkan di pinggir kiri-kanan jalan, di atasnya berbentuk lobang saringan agar tidak mudah tersumbat oleh material yg besar. Bahan bambu sebagai alternatif biaya lebih murah dan dapat digerakkan secara massal oleh masyarakat.
  2. Kiri-kanan sebelum saluran drainase, ditanam rumput berdaun lebar yang tumbuh menjalar rapat. efektif sebagai penghisap air.
Tehnik ini sedikit berbeda dengan biopori yang telah lama dilaksanakan banyak pihak. Biopori kurang menjamin ketersediaan lubang tersebut untuk menjamin tetap lancar masuknya air hujan, karena dianjurkan dalam praktek biopori untuk mengisi lubang dengan sampah organik. Biopori yang hanya dibuat dengan cara mengebor tanah tanpa pipa/bambu, rentan akan tertutup kembali oleh guguran dinding lubang tanah.
Dalam biopori yang berisi sampah, isi lubang tentu akan menghambat kecepatan air terserap oleh tanah dalam kondisi hujan deras. Maka dengan menyebutnya sebagai lubang pori bumi, seharusnya lubang harus selalu bersih dari material dan sampah. Bambu adalah solusi yang sangat ekonomis dan dapat menjamin ketersediaan lubang bagi air hujan, dilindungi dengan saringan atas yang bisa setiap waktu dibersihkan.
Dari data yang penulis ketahui bahwa tahun 2015 ini jumlah penduduk DKI Jakarta mencapai 20 juta jiwa lebih.
Dapat dihitung apabila 1 jiwa bertanggung jawab untuk membuat 1 lubang pori, maka dengan hitungan luas lubang pipa/bambu pori bumi yang dibuat seperti ilustrasi di atas sebagai berikut :
  • Luas lubang x 20 juta penduduk = 15cm2 x 20 juta lubang. Dengan kedalaman lubang dihitung minimal 1 meter (100cm) maka hasil volume pori bumi adalah seluas 3 juta meter kubik lubang pori bumi.
  • Apabila 1 lubang bisa menghisap air hujan 1 meter kubik dalam 1 jam maka terdapat 20 juta meter kubik air hujan yang terserap dalam 1 jam.
Bagi Pemerintah seharusnya dapat ditindaklanjuti dengan Perda atau Peraturan Kepala Daerah dalam bentuk Peraturan Serapan Air Hujan sehingga semua fungsi dan kebijakan terkait dapat mendorong aksi ini menjadi kewajiban semua pihak. Misal dalam menerbitkan IMB wajib dengan menyertakan pembuatan lubang pori, pembangunan jalan raya (aspal) juga mewajibkan penyertaan lubang pori, serta dalam hal-hal lainnya.
Perbandingan antara Biopori, Sumur Serapan dan Pori Bumi.
Menurut pandangan penulis, dasar orientasi biopori secara umum bertujuan untuk peningkatan kesuburan lahan, dan pembuatan pupuk organik (kompos) atau yang dikenal dengan istilah intensifikasi lahan pertanian. Biopori tidak secara khusus dimanfaatkan untuk penanganan banjir. Ketika biopori dianggap mempunyai relevansi dengan penyerapan air, maka berkembanglah penggunaan biopori sebagai rekayasa penanggulangan banjir. Namun tidak bisa melepas tujuan utamanya yaitu untuk peningkatan intensifikasi lahan dan pengolahan pupuk organik.
Berikutnya mengenai Sumur Serapan pada masa sekarang ini dirasa sudah kurang relevan untuk dilaksanakan, karena masalah banjir sudah sampai ke kondisi kronis akibat semakin meluasnya permukaan bumi yang tertutup sebagai dampak pembangunan perkotaan. Dulu sumur serapan dibuat dalam ukuran besar dan dalam sekali di satu lokasi, tujuannya untuk mengisi kembali sungai-sungai bawah tanah. Namun efek penyebaran air serapan tidak bisa menjangkau kawasan yang luas selain dari titik-titik sumur serapan itu sendiri.
Maka solusi Pori Bumi ini adalah bermaksud menyebar sumur serapan air hujan dalam bentuk yang lebih praktis, bisa ditempatkan di semua lokasi tanpa tergantung penentuan lahan khusus.
Walaupun ukuran lobangnya kecil, tapi jumlahnya bisa semaksimal mungkin dengan hasil penyerapan air hujan yang lebih cepat dan pemerataan serapan air tanah lebih luas. Kesimpulannya menurut penulis, bahwa Pori Bumi banyak memiliki kelebihan dibanding biopori dan sumur serapan versi lama.
Keunggulan lainnya yaitu Pori Bumi ini tidak mengganggu pemandangan, tidak mengganggu fasilitas umum, berfungsi sebagai celah-celah air tanah kembali menguap menjadi udara segar di siang hari, dan seluruh masyarakat dapat dengan mudah membuat Pori Bumi di lingkungannya masing-masing.
So far, ini hanya sekedar ide dari kami yang tidak paham dengan teknik-teknik canggih atau rumus-rumus ilmiah yang hebat. Kami hanya ikut nimbrung memberi solusi yang baik.
Terima kasih sudah ikut membaca :)

Sumber
http://www.kompasiana.com/hendribengkulu/antisipasi-banjir-segera-tiba-teknik-ini-mampu-menyerap-20-juta-kubik-air-hujan-hanya-dalam-waktu-1-jam_5633782fb69373c7109a1b7d